Definisi & fungsi utama

Flashcards merupakan media pembelajaran berbasis pengulangan bertahap (spaced repetition) dan pengingatan aktif (active recall). Flashcards digital memperluas fungsi tradisionalnya dengan dukungan audio, gambar, dan animasi untuk meningkatkan pengalaman belajar.

Menurut Zarrati (2024), flashcards digital memberikan fleksibilitas dalam waktu belajar, serta memperkuat daya ingat jangka panjang melalui umpan balik langsung.

Fungsi utamanya meliputi:

  • Membantu pengguna mengingat konsep atau kosakata melalui latihan berulang.
  • Memberikan umpan balik instan untuk memperkuat pembelajaran mandiri.
  • Menyesuaikan kecepatan dan gaya belajar individu, termasuk bagi siswa dengan disleksia atau gangguan perhatian.
  • Mempermudah akses terhadap materi inklusif melalui audio, warna berkontras tinggi, dan tampilan visual adaptif.

Jenis disabilitas yang terbantu

Flashcards digital dapat membantu berbagai kelompok pengguna, antara lain:

  • Individu dengan disleksia, melalui kombinasi teks dan audio untuk memperkuat pemahaman bahasa.
  • Anak dengan ADHD, karena format visual dan interaktif membantu fokus lebih lama pada satu konsep.
  • Individu dengan gangguan memori atau autisme, karena struktur flashcards yang konsisten dan prediktif meningkatkan kenyamanan belajar.
  • Siswa dengan low vision, dengan dukungan mode high contrast dan suara pembacaan otomatis.

Cara kerja

Flashcards digital bekerja berdasarkan dua prinsip utama: spaced repetition dan active recall. Langkah-langkah utamanya meliputi:

  1. Penyajian konten visual atau audio: Setiap kartu menampilkan satu potongan informasi (misalnya kata dan artinya, gambar dan nama benda). Sistem membaca atau menampilkan konten sesuai kebutuhan pengguna.
  2. Interaksi pengguna: Pengguna menebak atau menjawab isi kartu sebelum melihat jawaban, memicu proses pengingatan aktif.
  3. Umpan balik otomatis: Aplikasi memberikan tanda benar/salah atau membacakan jawaban, memperkuat memori jangka panjang.
  4. Pengulangan adaptif: Sistem mengatur frekuensi munculnya kartu berdasarkan tingkat penguasaan pengguna menggunakan algoritma spaced repetition.

Contoh aplikasi:Quizlet, Anki, dan TinyCards, yang mendukung fitur text-to-speech, mode high contrast, serta integrasi dengan pembaca layar seperti VoiceOver atau TalkBack.


Contoh penggunaan

Penggunaan flashcards digital bagi pengguna dengan disabilitas

Video ini memperlihatkan bagaimana sebuah skill flashcard dibuat untuk Alexa yang memungkinkan anak-anak dengan kesulitan membaca (disabilitas membaca) menggunakan suara untuk mengakses pertanyaan-jawaban melalui kartu digital.


Kelebihan

  • Efektif meningkatkan retensi memori pada pelajar dengan disabilitas belajar.
  • Mendukung pembelajaran adaptif dan mandiri sesuai kemampuan pengguna.
  • Dapat disesuaikan untuk berbagai jenis disabilitas melalui kombinasi teks, gambar, dan suara.
  • Meningkatkan motivasi belajar dengan elemen interaktif dan gamifikasi.

Kekurangan

  • Membutuhkan desain konten yang hati-hati agar ramah disabilitas dan tidak terlalu padat visual.
  • Penggunaan digital bisa terganggu oleh distraction atau overstimulation visual.
  • Efektivitas tergantung pada konsistensi latihan dan kualitas konten.
  • Untuk pengguna tunanetra penuh, perlu integrasi dengan screen reader atau Braille display agar efektif.

Ringkasan

Flashcards digital merupakan teknologi bantu berbasis pembelajaran interaktif yang menggunakan prinsip pengulangan dan pengingatan aktif.

Teknologi ini sangat bermanfaat bagi individu dengan disleksia, ADHD, autisme, maupun gangguan memori, karena menyediakan media belajar adaptif dan menarik.

Kelebihan utama flashcards digital adalah fleksibilitas, interaktivitas, dan dukungannya terhadap pembelajaran inklusif. Namun, desain dan penyajiannya tetap perlu memperhatikan prinsip aksesibilitas dan kesederhanaan visual.