Definisi & fungsi utama

Kursi roda adalah alat yang digerakkan dengan tangan atau menggunakan tenaga listrik. Alat ini dirancang khusus untuk membantu orang dengan disabilitas mobilitas agar bisa bergerak, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan.

Secara umum, kursi roda terbagi menjadi dua jenis, yaitu manual dan listrik. Keduanya memiliki komponen yang berbeda, dan setiap bagian perlu dirawat secara rutin agar tetap aman dan nyaman digunakan. Pada kursi roda manual, komponen utamanya meliputi:

  • Pegangan belakang (Push handles): Bagian di belakang kursi roda yang digunakan orang lain untuk mendorong pengguna.
  • Rem (Brakes): Alat pengunci roda yang menjaga kursi roda tetap diam saat berhenti atau berpindah tempat.
  • Cincin pendorong (Push ring/hand rim): Cincin di luar roda belakang yang digunakan pengguna untuk menggerakkan kursi secara mandiri.
  • Batang anti-miring (Tip assist bar/anti-tip bar): Batang penyeimbang yang mencegah kursi roda terbalik saat digunakan.
  • Roda belakang (Rear wheel): Roda besar di bagian belakang yang menjadi sumber utama pergerakan kursi.
  • Roda depan (Castor): Roda kecil di bagian depan yang berfungsi membantu kursi roda berbelok dan menjaga keseimbangan arah.
  • Pijakan kaki (Footplate): Tempat untuk menopang kaki agar tetap stabil dan nyaman.
  • Tali tumit (Heel loops): Tali kecil di belakang pijakan kaki yang menjaga kaki tidak tergelincir ke belakang.
  • Rangka (Frame): Bagian utama yang menahan dan menghubungkan semua bagian kursi roda supaya tetap kuat dan seimbang.
  • Sandaran lengan, punggung, dan dudukan (Armrest, backrest, dan seat): Bagian utama yang memberikan kenyamanan dan mendukung postur tubuh pengguna.

Untuk kursi roda listrik, sebagian bagiannya sama seperti kursi roda manual, tapi ada tambahan komponen yang membuatnya bisa bergerak dengan tenaga listrik. Komponen ini meliputi:

  • Joystick: Alat pengendali utama yang digunakan untuk mengarahkan dan menggerakkan kursi roda listrik.
  • Port pengisian daya (Charging port): Tempat untuk menyambungkan charger agar baterai kursi roda terisi daya.
  • Penyimpanan baterai (Battery storage): Ruang tertutup yang melindungi baterai dan komponen listrik dari debu dan air.

Setelah memahami komponen utama kursi roda, penting juga untuk mengetahui fungsi utamanya dalam mendukung mobilitas dan kemandirian pengguna. Kursi roda memiliki beberapa fungsi utama yang meliputi:

  • Meningkatkan mobilitas/perpindahan: Kursi roda memungkinkan pengguna untuk berpindah tempat, bergerak di rumah atau di luar agar tidak terbatasi oleh keterbatasan berjalan.
  • Meningkatkan kemandirian: pengguna bisa melakukan aktivitas sendiri, ikut dalam kegiatan sosial, pendidikan, pekerjaan, dan interaksi komunitas.
  • Kesehatan sekunder: Kursi roda yang tepat bisa membantu mencegah komplikasi sekundernya: luka tekan, deformitas pada tulang atau sendi, masalah pernapasan atau pencernaan akibat posisi tubuh yang buruk.
  • Meningkatkan kepercayaan diri: Kursi roda yang cocok dapat meningkatkan rasa percaya diri, harga diri, dan memberikan akses ke peluang hidup (belajar, bekerja, berinteraksi) yang lebih luas.

Jenis disabilitas yang terbantu

Fungsi kursi roda tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan penggunanya. Alat ini dirancang untuk membantu individu yang memiliki keterbatasan pada mobilitas, fleksibilitas, atau struktur tubuh, yang meliputi:

  • Orang lanjut usia dengan kemampuan bergerak yang sangat terbatas
  • Individu dengan cedera sumsum tulang belakang
  • Amputasi tungkai bawah
  • Gangguan saraf motorik
  • Kondisi otot dan sendi seperti stroke yang mempengaruhi kemampuan berjalan.
  • Penyakit neuromuskular (misalnya distrofi otot)

Dengan bantuan kursi roda, mereka dapat berpindah tempat dan berpartisipasi dalam aktivitas sehari-hari secara lebih mandiri.


Perbandingan jenis kursi roda

Ada berbagai jenis kursi roda yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan berbeda. Beberapa digunakan untuk aktivitas sehari-hari, sementara yang lain dibuat khusus untuk kegiatan tertentu atau kebutuhan akses yang lebih spesifik.

Jenis Kursi RodaPenjelasan Kelebihan Kekurangan
Manual Digunakan dengan mendorong roda besar oleh pengguna sendiri atau didorong orang lain. Harga lebih terjangkau, ringan, mudah diperbaiki, tidak butuh listrik. Membutuhkan tenaga fisik, bisa menyebabkan nyeri bahu/tangan jika sering dipakai jarak jauh.
Power Wheelchair (Elektrik) Digunakan dengan motor listrik & baterai, dikendalikan _joystick_ atau kontrol lain. Memberi kemandirian lebih untuk pengguna dengan keterbatasan tenaga, bisa dipakai jarak jauh tanpa kelelahan. Lebih mahal, berat, butuh perawatan dan pengisian baterai, sulit dibawa ke area tanpa akses listrik.
Transit Wheelchair (Transportasi) Roda belakang kecil, hanya bisa didorong oleh pendamping. Ringan, mudah dilipat, cocok untuk perjalanan singkat (rumah sakit, bandara). Tidak bisa digunakan mandiri, terbatas pada jarak dekat.
Travel Wheelchair (Perjalanan) Dirancang khusus untuk mobilitas tinggi saat bepergian. Praktis untuk dibawa ke mana saja, sangat ringan, dan mudah disimpan. Kurang kuat untuk penggunaan harian intensif, tidak sestabil kursi roda standar.
Rigid WheelchairMemiliki rangka kaku (tidak bisa dilipat) dengan desain efisien untuk transfer tenaga saat mendorong. Lebih ringan, efisien, dan stabil dibanding model lipat. Tidak fleksibel, sulit dibawa atau disimpan di ruang kecil.
Sports Wheelchair (Olahraga) Dirancang untuk kegiatan olahraga seperti basket, tenis, atau balap, dengan bentuk dan keseimbangan khusus. Mendukung aktivitas fisik, desain ergonomis, dan sangat responsif. Tidak praktis untuk penggunaan harian dan harganya cukup mahal.
Pediatric Wheelchair (Anak) Kursi roda khusus anak-anak, baik manual maupun elektrik, dengan fitur yang bisa disesuaikan seiring pertumbuhan. Nyaman, aman, dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan anak. Perlu penyesuaian berkala seiring pertumbuhan anak, harganya bisa lebih tinggi.
Beberapa jenis kursi roda dan karakteristik utamanya.

Cara kerja

Di balik tampilan sederhana sebuah kursi roda, terdapat sistem mekanik dan elektronik yang kompleks. Cara kerja kursi roda dirancang agar pengguna dapat bergerak dengan mudah, menyesuaikan arah, dan menjaga keseimbangan di berbagai kondisi permukaan. Cara kerja kursi roda berbeda tergantung pada jenisnya.

Kursi roda manual digerakkan oleh pengguna sendiri atau dengan bantuan orang lain. Pengguna mendorong roda belakang dengan tangan menggunakan cincin pendorong (hand rim) yang mengelilingi roda besar belakang. Roda depan (caster) membantu untuk belok; roda ini bisa berputar bebas agar kursi dapat diarahkan ke kiri atau kanan. Faktor-faktor seperti kemiringan permukaan, hambatan, dan kondisi permukaan mempengaruhi seberapa keras pengguna harus mendorong.

Sementara itu, kursi roda elektrik bekerja dengan menggunakan tenaga dari baterai yang menggerakkan motor. Pengguna mengontrol arah dan kecepatan melalui joystick atau alat kontrol lain. Sinyal dari kontrol ini diteruskan ke sistem penggerak untuk mengatur putaran motor sehingga kursi dapat bergerak maju, mundur, atau berbelok. Saat pengguna melepaskan kontrol, sistem rem otomatis aktif untuk menghentikan kursi dengan aman.


Video

Kursi roda manual vs elektrik
Cara menggunakan kursi roda

Ringkasan

  • Kursi roda adalah alat bantu mobilitas yang membantu individu dengan keterbatasan gerak untuk berpindah dan beraktivitas mandiri.
  • Komponen utamanya meliputi rangka, roda, tempat duduk, sandaran, rem, serta penopang kaki dan tangan.
  • Terdapat tujuh jenis utama: manual, elektrik, transportasi, perjalanan, kaku, olahraga, dan anak.
  • Meskipun tersedia banyak jenis, pengguna sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis atau ahli rehabilitasi agar mendapatkan kursi roda yang sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan.