Pentingnya teknologi bantu

Teknologi bantu penting untuk meningkatkan, mempertahankan, atau memperbaiki kemampuan fungsional seseorang. Selain itu, teknologi ini mendukung kemandirian, membuka akses pendidikan dan pekerjaan, mendorong inklusi sosial, dan membantu aktivitas sehari-hari jadi lebih mudah.

Teknologi bantu tidak hanya digunakan oleh individu dengan disabilitas permanen, tetapi juga:

  • Lansia, yang mengalami penurunan fungsi seiring bertambah usia.
  • Orang dengan penyakit kronis, misalnya gangguan pernapasan atau degeneratif.
  • Individu dengan disabilitas sementara, seperti setelah operasi mata atau cedera.

Bentuk disabilitas ini bisa beragam, mulai dari penglihatan, pendengaran, bicara, kognisi, hingga mobilitas. Setiap jenis disabilitas memerlukan dukungan teknologi bantu yang berbeda. Teknologi ini juga penting di setiap tahap kehidupan. Bagi anak dengan disabilitas, teknologi ini sering menjadi langkah awal untuk mendukung tumbuh kembang. Seiring bertambahnya usia, individu dengan disabilitas juga bisa mengalami penurunan fungsi lain, sehingga kebutuhan teknologi bantu perlu terus disesuaikan.

Jenis teknologi bantu

Secara umum, teknologi ini bisa dibedakan berdasarkan tingkat teknologi dan jenis disabilitas yang didukung. Dari tingkat teknologi, ada dua kelompok utama. Teknologi bantu sederhana (Low-tech) biasanya murah, mudah digunakan, dan tidak membutuhkan listrik. Sementara itu, teknologi bantu canggih (High-tech) menawarkan fitur yang fleksibel dan dapat meningkatkan kemandirian, tetapi seringkali lebih mahal, membutuhkan pelatihan, dan tidak selalu mudah diakses. Dari sisi jenis disabilitas, setiap teknologi bantu memiliki peran yang khas sesuai kebutuhan penggunanya.

Jenis disabilitas Contoh low-techContoh high-tech
Visual Tongkat, lantai taktil Screen reader, screen magnifier
Auditori Penerjemah bahasa isyarat speech-to-text (STT), transcripts
Mobilitas Kruk, reach extenders/grabbersKursi roda elektrik, stair lifts
Wicara Papan komunikasi bergambar (PECS), communication boardSoftware text-to-speech (TTS), aplikasi AAC di tablet
Kognisi Flashcards, jadwal visual Smartpens, voice assistants, Brain-Computer Interface (BCI)
Contoh teknologi bantu berdasarkan jenis disabilitas

Tantangan dalam akses teknologi bantu

Meskipun teknologi bantu bisa memberi banyak manfaat, kenyataannya tidak semua orang mudah mendapatkannya. Hambatan yang sering muncul antara lain kurangnya informasi, harga yang sulit dijangkau, layanan yang terbatas, serta pilihan produk yang masih sedikit dan kualitasnya belum merata. Faktor seperti usia, jenis kelamin, tingkat kesulitan, tempat tinggal, dan kondisi ekonomi juga bisa menambah tantangan. Karena itu, penting untuk melibatkan pengguna secara langsung dalam seluruh proses mulai dari menentukan kebutuhan, memilih, menggunakan, hingga mengevaluasi teknologi bantu.


Proses pemilihan teknologi bantu

Memilih teknologi bantu tidak bisa dilakukan sembarangan. Proses ini biasanya melibatkan tim profesional yang membantu menyesuaikan teknologi dengan kebutuhan setiap individu. Tim dapat terdiri dari dokter keluarga, guru reguler maupun pendidikan khusus, terapis wicara-bahasa, insinyur rehabilitasi, terapis okupasi, hingga konsultan dari perusahaan yang memproduksi teknologi bantu. Namun, pengguna juga tetap perlu memahami beragam jenis teknologi bantu yang tersedia. Pengetahuan ini akan membantu mereka lebih aktif terlibat dalam proses, sekaligus memastikan pilihan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan.

Pada bagian ini, kita akan menelusuri berbagai jenis teknologi bantu yang digunakan untuk mendukung kebutuhan spesifik, misalnya bagi individu dengan keterbatasan penglihatan, pendengaran, mobilitas, bicara, atau kognisi. Setiap jenis memiliki peran unik dalam membantu kemandirian dan partisipasi, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan setara.


Beberapa teknologi bantu


Kuis teknologi bantu

Setelah membaca, kamu bisa menguji pemahamanmu dengan mengisi kuis terkait teknologi bantu.