Setelah memahami bagaimana disabilitas terbentuk melalui konstruksi sosial, langkah berikutnya adalah mempelajari bagaimana akses dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Aksesibilitas menjadi kunci untuk mengurangi hambatan yang dialami individu dengan disabilitas, sehingga mereka dapat berpartisipasi secara penuh dan setara dalam masyarakat.

Aksesibilitas tidak hanya berkaitan dengan fasilitas fisik seperti jalur kursi roda atau lift, tetapi juga mencakup ranah digital, pendidikan, ketenagakerjaan, hingga interaksi sosial. Aksesibilitas menekankan bahwa sistem, layanan, dan produk harus dirancang agar dapat digunakan oleh semua orang, termasuk individu dengan disabilitas, tanpa memerlukan adaptasi tambahan yang rumit. Dengan demikian, aksesibilitas adalah bagian dari pemenuhan hak asasi manusia, bukan sekedar memenuhi aturan saja.

Selain itu, aksesibilitas tidak hanya bermanfaat untuk individu dengan disabilitas. Pada dasarnya aksesibilitas memberikan manfaat bagi banyak orang yang menggunakannya. Sebagai contoh adalah fitur autocomplete yang dibuat untuk membantu pengguna disleksia dan disabilitas motorik, tapi ternyata fitur ini justru bermanfaat bagi semua orang.

Dalam modul ini, kita akan membahas berbagai pendekatan untuk mewujudkan aksesibilitas, penerapan aksesibilitas di berbagai bidang, metode implementasi yang melibatkan partisipasi aktif pengguna, serta teknologi bantu yang mendukung kemandirian individu dengan disabilitas.