Definisi & Fungsi Utama

Alat bantu dengar adalah perangkat elektronik kecil yang dirancang untuk memperkuat suara sehingga lebih mudah ditangkap oleh telinga dan diproses oleh otak. Perangkat ini digunakan oleh individu dengan gangguan pendengaran ringan hingga berat, dengan tujuan utama membantu mereka tetap dapat berkomunikasi, memahami informasi, dan berpartisipasi dalam kehidupan sehari-hari.

Secara umum, alat bantu dengar memiliki tiga komponen utama:

  1. Mikrofon – menangkap suara dari lingkungan.
  2. Amplifier – memperbesar kekuatan sinyal suara.
  3. Speaker (receiver) – mengirimkan suara yang sudah diperkuat ke telinga pengguna.

Fungsi utama alat bantu dengar meliputi:

  • Memperkuat suara: Membantu pengguna mendengar suara yang sebelumnya sulit didengar.
  • Meningkatkan pemahaman percakapan: Terutama dalam situasi bising atau ramai, alat ini membuat percakapan lebih jelas.
  • Mendukung kualitas hidup: Dengan pendengaran yang lebih baik, individu dapat menjaga hubungan sosial, mengurangi risiko isolasi, dan meningkatkan kemandiria.
  • Mengurangi dampak disabilitas auditori: Menyesuaikan frekuensi suara sesuai kebutuhan sehingga mengurangi hambatan komunikasi.

Dengan demikian, alat bantu dengar bukan hanya alat medis, tetapi juga sarana penting untuk mendukung akses informasi, komunikasi efektif, dan partisipasi sosial sehari-hari.


Jenis alat bantu dengar

Dulu dengan keterbatasan teknologi, seseorang dengan keterbatasan pendengaran mungkin harus mengeraskan suara untuk dapat menangkap informasi. Namun, saat ini perkembangan teknologi bantu memungkinkan penggunanya menyesuaikan kekuatan sinyal suara dengan kebutuhannya. Jenis alat bantu dapat dibagi menjadi 3, Hearing Aids, Hearing Implants, dan Assistive Listening Devices.

Hearing aids

Alat Bantu Penjelasan Kelebihan Kekurangan
Behind The Ear (BTE) Alat ini diletakkan persis di belakang telinga bagian luar yang dihubungkan ke lubang suara khusus di saluran telinga.
  • Mikrofon dari berbagai arah, membantu pengguna mendengar lebih baik di berbagai macam tempat.
  • Pengaturan suara bisa lebih keras dibandingkan yang lain.
  • Biasanya ukurannya lebih besar atau terlihat dibandingkan yang lain.
  • Lebih sensitif untuk menangkap gangguan suara seperti angin.
In The Ear (ITE) Alat yang dipasang dapat mengisi keseluruhan area lubang telinga bagian luar (Full-Shell) atau di sebagian bawah (Half-Shell).
  • Mikrofon dari berbagai arah, membantu pengguna mendengar lebih baik di berbagai macam tempat.
  • Mudah dipakai ketimbang alat lain yang lebih kecil.
  • Resiko penumpukan kotoran telinga di speaker.
  • Lebih sensitif untuk menangkap gangguan suara seperti angin.
  • Ukuran alat lebih terlihat oleh sekitar ketimbang alat lain yang lebih kecil.
In The Canal (ITC) Alat yang dicetak dan dibentuk oleh tenaga ahli dan dipasang di sebagian saluran kanal pendengaran.
  • Bentuk yang kecil tidak terlihat dibandingkan yang lain.
  • Lebih sulit untuk diatur karena ukuran yang kecil.
  • Resiko penumpukan kotoran telinga di speaker.
Completely In the Canal (CIC) Alat dipasang di dalam saluran dan dibentuk agar pas di dalam liang telinga pengguna.
  • Bentuk yang kecil tidak terlihat dibandingkan yang lain.
  • Mengurangi potensi gangguan suara seperti angin.
  • Usia baterai yang lebih kecil.
  • Biasanya minim fitur, seperti arah mikrofon yang terbatas.
Receiver-in-CanalAlat ini mirip dengan yang BTE namun lebih kecil dan dihubungkan oleh kabel tipis ke speaker yang ditempatkan di dalam lubang telinga.
  • Bentuk yang biasanya tidak terlihat dibandingkan yang lain.
  • Mampu fokus pada suara saat tempat berisik.
  • Dapat dikontrol manual.
  • Resiko penumpukan kotoran telinga di speaker.
Open FitAlat ditempatkan di belakang telinga dengan tabung tipis. Saluran telinga sangat terbuka, sehingga memungkinkan suara frekuensi rendah masuk ke telinga secara alami dan suara frekuensi tinggi menjadi lebih kuat.
  • Biasanya lebih tidak terlihat dibandingkan dengan BTE.
  • Tidak mengisi telinga, sehingga dapat mendengar suara pribadi lebih baik.
  • Lebih sulit untuk dipasang karena tidak dibuat khusus.
CROS and BiCROS Alat yang digunakan bagi pengguna dengan kurang pendengaran di salah satu kuping. Dipakai sepasang, suara yang ditangkap dikirim ke kuping dengan pendengaran yang masih baik.
  • Membantu memahami posisi spasial objek lebih jelas ketika suara ditangkap di sisi kuping dengan pendengaran terbatas.
  • Memakai alat di sisi telinga yang masih memiliki pendengaran baik juga.
Body WornTerdapat alat yang dipasang di badan yang tersambung dengan alat yang dipasang di telinga.
  • Membantu menangkap suara lebih baik, terutama saat pendengaran sudah parah.
  • Lebih sulit didapatkan.
  • Terdiri dari beberapa alat, tidak sesimpel alat yang lain.
Tabel: Jenis hearing aids dirangkum dari Mayoclinic (2025) dan NHS (2023)

Hearing implants

Hearing implants adalah perangkat yang ditanamkan melalui prosedur medis di telinga atau tengkorak untuk membantu seseorang dengan gangguan pendengaran yang tidak bisa terbantu hanya dengan hearing aids. Implan biasanya ditujukan bagi individu dengan gangguan pendengaran parah hingga sangat berat.

Jenis-jenis implan pendengaran meliputi:

  • Cochlear implant

    Perangkat elektronik yang ditanam di telinga bagian dalam untuk menggantikan fungsi sel rambut koklea yang rusak. Cochlear implant tidak sekadar memperkuat suara, melainkan mengubah suara menjadi sinyal listrik yang langsung merangsang saraf pendengaran.

    • Kelebihan: Membantu individu dengan gangguan pendengaran parah untuk dapat memahami percakapan.
    • Kekurangan: Membutuhkan operasi dan proses rehabilitasi intensif.
  • Bone conduction implant (Bone Anchored Hearing Aid/BAHA)

    Alat ini menyalurkan suara melalui getaran tulang tengkorak, langsung ke telinga bagian dalam, melewati telinga luar dan tengah. Cocok untuk orang dengan gangguan pendengaran konduktif atau tuli pada satu sisi.

    • Kelebihan: Solusi efektif untuk gangguan konduktif atau unilateral.
    • Kekurangan: Prosedur operasi, serta risiko infeksi di area implan.
  • Middle Ear Implant

    Implan yang dipasang di telinga tengah untuk memperkuat getaran suara dan menstimulasi tulang pendengaran (ossicles).

    • Kelebihan: Lebih alami dalam menghantarkan suara dibandingkan hearing aid.
    • Kekurangan: Lebih jarang digunakan dan masih terbatas ketersediaannya.

Assistive listening devices

Assistive Listening Devices (ALDs) adalah perangkat tambahan yang membantu meningkatkan akses suara di lingkungan tertentu. ALDs biasanya digunakan bersamaan dengan hearing aids atau implants, namun ada juga yang dapat dipakai secara terpisah.

Beberapa jenis ALDs:

  • FM Systems (Frequency Modulation Systems): Mikrofon digunakan oleh pembicara dan suara ditransmisikan langsung ke penerima yang dipakai pengguna. Cocok untuk di ruang kelas atau auditorium.

  • Infrared Systems: Menggunakan sinyal cahaya inframerah untuk mengirim suara ke penerima. Sering digunakan di bioskop atau teater.

  • Induction Loop Systems: Kabel loop dipasang di ruangan dan mengirimkan sinyal elektromagnetik langsung ke telecoil dalam hearing aids. Banyak ditemukan di ruang publik seperti bandara, bank, dan tempat ibadah.

  • Personal Amplifiers: Perangkat portabel untuk memperkuat suara sekitar, cocok digunakan di tempat kecil seperti restoran atau mobil.

Fungsi utama ALDs

ALDs Mengurangi gangguan suara latar (background noise), meningkatkan kejelasan suara, dan memberikan pengalaman mendengar yang lebih fokus sesuai situasi.


Cara kerja dan fitur alat bantu dengar

Alat bantu dengar memiliki tiga bagian, yaitu mikrofon, amplifier, dan speaker. Alat bantu pendengaran menerima suara melalui mikrofon, yang mengubah gelombang suara menjadi sinyal listrik dan mengirimnya ke amplifier. Penguat suara kemudian meningkatkan kekuatan sinyal dan kemudian mengirimnya ke telinga melalui speaker. Alat bantu pendengaran memperbesar getaran suara yang masuk ke telinga lewat sel rambut. Sel-sel rambut yang bertahan hidup mendeteksi getaran yang lebih besar dan mengubahnya menjadi sinyal saraf yang dilewatkan ke otak. Semakin besar atau parah kerusakan pada sel rambut, semakin parah pula gangguan pendengarannya. Selain itu, peningkatan volume yang dibutuhkan untuk dapat mendengar juga akan semakin besar.


Alat bantu alternatif

Saat ini, alat bantu dapat lebih mudah diakses terutama dengan perkembangan teknologi. Bagi seseorang dengan indera pendengaran yang terbatas, seringkali dapat terbantu juga dengan memanfaatkan indera lain, diantaranya melalui:

  • Tulisan dan gambar: Media teks di layar, papan tulis, atau gambar ikon sederhana yang dapat memperjelas instruksi, informasi, atau komunikasi sehari-hari. Saat ini sudah banyak juga aplikasi yang mendukung hal ini, seperti widget aksesibilitas, fitur tambahan subtitle pada video, transkrip otomatis, hingga notifikasi visual pada telepon genggam.
  • Aplikasi komunikasi augmentatif: Berbagai aplikasi digital sebagai alat bantu komunikasi, misalnya aplikasi gambar dan animasi (Comm-Screen, SVAR), sehingga pesan disampaikan secara visual.
  • Getaran: Selain memberitahu pengguna melalui suara dan visual, notifikasi dapat diatur juga dengan getaran sehingga pengguna lebih awas terhadap informasi penting.

Alat bantu di atas mudah diakses dan dapat digunakan oleh khalayak publik. Fitur-fitur yang ada tidak hanya membantu individu dengan disabilitas permanen, namun juga menyelesaikan permasalahan seseorang dengan disabilitas temporer. Misalnya, saat seseorang berada di tempat yang sangat ramai dan sulit mendengar suara, maka visualisasi menjadi elemen yang membantu penyerapan informasi pada situasi tersebut. Akan tetapi bagi individu yang mengalami penurunan pendengaran, walaupun kemudahan akses terhadap alat bantu pendengaran seperti amplifier dan tes suara pada produk earphone, alangkah baiknya tetap melakukan konsultasi dengan profesional agar tidak menjadi masalah yang lebih besar seperti komplikasi lanjutan pada pendengaran di kemudian hari.


Ringkasan

  • Alat bantu dengar dapat membantu individu dengan keterbatasan pendengaran untuk menerima informasi dan menjalani aktivitas sehari-hari.
  • Konsultasi ahli mungkin diperlukan untuk memilih alat bantu yang sesuai untuk meningkatkan pendengaran.
  • Penyampaian informasi dapat melalui sensori lain seperti visual dan getaran.
  • Alat bantu alternatif suara dapat memberikan aksesibilitas untuk lebih banyak individu dengan kebutuhan berbeda di berbagai macam situasi.
  • Walau alat bantu mudah diakses, sebaiknya berkonsultasi pada ahli ketika mengalami penurunan kemampuan pendengaran.