Aksesibilitas dalam desain adalah praktik menciptakan produk, layanan, dan lingkungan yang dapat digunakan oleh semua orang, termasuk individu dengan disabilitas. Pendekatan desain yang berfokus pada aksesibilitas tidak hanya memberikan manfaat bagi pengguna dengan kebutuhan khusus, tetapi juga memperkaya pengalaman pengguna secara keseluruhan. Modul ini akan membahas empat pendekatan utama dalam desain aksesibel.
Desain universal
Desain Universal adalah pendekatan yang bertujuan menciptakan produk dan lingkungan yang dapat digunakan oleh semua orang, tanpa perlu adaptasi atau desain khusus. Ada tujuh prinsip utama dalam desain universal:
- Kesamaan dalam penggunaan (equitable use): Produk atau lingkungan dapat digunakan secara adil oleh berbagai kelompok pengguna, tanpa diskriminasi atau pengecualian.
- Fleksibilitas dalam penggunaan (flexibility in use): Mampu menyesuaikan diri dengan beragam preferensi, kebutuhan, dan kemampuan pengguna.
- Penggunaan yang sederhana dan intuitif (simple and intuitive use): Mudah dipahami tanpa bergantung pada tingkat pengalaman, pengetahuan, keterampilan, atau kemampuan bahasa.
- Informasi yang dapat dipersepsi (perceptible information): Menyampaikan informasi dengan cara yang jelas dan efektif, sehingga dapat diakses oleh semua orang, terlepas dari kondisi sensorik atau kemampuan komunikasi mereka.
- Toleransi terhadap kesalahan (tolerance for error): Meminimalkan risiko atau dampak negatif dari kesalahan dan tindakan yang tidak disengaja.
- Penggunaan dengan usaha fisik yang minimal (low physical effort): Dapat digunakan secara nyaman dan efisien tanpa memerlukan tenaga fisik yang berlebihan.
- Ukuran dan ruang untuk pendekatan dan penggunaan (size and space for approach and use): Memberikan ukuran dan ruang yang cukup untuk berbagai postur tubuh, mobilitas, dan alat bantu.
Desain inklusif
Desain inklusif adalah pendekatan yang menempatkan keberagaman pengguna, termasuk individu dengan disabilitas, sebagai bagian penting yang dipertimbangkan sejak awal proses desain. Tujuannya adalah memastikan bahwa solusi yang dihasilkan benar-benar relevan, adil, dan dapat diakses oleh semua orang. Beberapa praktik utama dalam desain inklusif meliputi:
- Penelitian pengguna yang inklusif: Melibatkan pengguna dengan berbagai kemampuan, latar belakang, dan kebutuhan dalam proses riset.
- Co-design (Desain bersama): Berkolaborasi langsung dengan komunitas disabilitas dalam proses ideasi, perancangan, dan evaluasi.
- Pengujian berkelanjutan (Continuous Testing): Melibatkan pengguna disabilitas pada setiap tahap pengembangan, bukan hanya di akhir.
Desain aksesibel
Desain aksesibel adalah pendekatan yang memastikan produk, layanan, dan lingkungan dapat digunakan oleh individu dengan berbagai jenis disabilitas, sehingga semua orang dapat berinteraksi dengan produk atau layanan secara setara. Prinsip utama dalam desain aksesibel meliputi:
- Kepatuhan terhadap standar aksesibilitas: Mengacu pada panduan dan regulasi, seperti WCAG untuk aksesibilitas digital atau standar bangunan ramah disabilitas.
- Penghilangan hambatan (barrier-free): Mengidentifikasi dan menghapus hambatan fisik, sensorik, maupun digital yang membatasi pengguna.
- Ketersediaan alternatif: Menyediakan cara lain untuk mengakses informasi atau fungsi, misalnya teks alternatif untuk gambar atau jalur khusus kursi roda.
Akomodasi yang layak
Akomodasi yang layak adalah penyesuaian atau modifikasi yang dilakukan secara individual untuk memastikan seseorang dengan disabilitas dapat berpartisipasi dan mengakses produk, layanan, atau lingkungan secara setara. Konsep ini diakui dalam berbagai regulasi internasional, termasuk Convention on the Rights of Persons with Disabilities (CRPD). Karakteristik utama akomodasi yang layak meliputi:
- Bersifat individual: Dilakukan sesuai kebutuhan spesifik pengguna, bukan solusi yang berlaku umum.
- Tidak menimbulkan beban yang tidak proporsional: Penyesuaian harus memungkinkan dan wajar bagi penyedia layanan atau institusi.
- Bersifat melengkapi desain aksesibel: Diterapkan ketika desain universal atau aksesibel belum cukup memenuhi kebutuhan.
Manfaat pendekatan desain untuk aksesibilitas
Meskipun memiliki fokus dan metode yang berbeda, keempat pendekatan di atas memberikan manfaat penting yang saling melengkapi:
- Meningkatkan partisipasi sosial: Memastikan semua orang, termasuk penyandang disabilitas, dapat berpartisipasi setara dalam kehidupan sehari-hari, pendidikan, pekerjaan, dan layanan publik.
- Mengurangi hambatan: Membantu menciptakan lingkungan fisik maupun digital yang ramah, mudah diakses, dan bebas diskriminasi.
- Meningkatkan kualitas pengalaman pengguna: Solusi desain yang lebih jelas, sederhana, dan fleksibel bermanfaat tidak hanya bagi pengguna disabilitas, tetapi juga bagi masyarakat luas.
- Mendorong inovasi: Proses desain yang melibatkan keragaman pengguna membuka ruang bagi ide-ide kreatif yang mungkin tidak muncul dalam pendekatan tradisional.
- Memenuhi regulasi dan standar: Mendukung kepatuhan terhadap hukum nasional dan konvensi internasional seperti CRPD serta standar aksesibilitas global.
- Memberikan keuntungan bisnis: Produk dan layanan yang lebih mudah diakses memiliki pasar yang lebih luas dan memperkuat reputasi organisasi sebagai inklusif dan bertanggung jawab.
Pendekatan desain untuk aksesibilitas bukan sekadar memenuhi daftar periksa atau standar, melainkan tentang menghadirkan pengalaman yang inklusif dan bermakna bagi semua orang. Dengan menerapkan prinsip aksesibilitas sejak tahap awal, kita tidak hanya menciptakan produk yang aksesibel, tetapi juga benar-benar berguna dan bernilai bagi seluruh pengguna.
Aksesibilitas adalah tanggung jawab bersama dengan desainer, pengembang, pembuat konten, hingga para pemangku kepentingan. Melalui kolaborasi, kesadaran, dan komitmen untuk terus belajar, kita dapat membangun dunia digital yang lebih ramah, setara, dan inklusif.


