Definisi & fungsi utama
Eye tracking adalah proses mengukur ke arah mana seseorang melihat (titik tatapan) atau bagaimana mata bergerak terhadap kepala, biasanya menggunakan sensor atau kamera khusus. Eye-tracking devices tidak hanya mengetahui arah pandangan, tetapi juga berapa lama seseorang melihat suatu objek.
Teknologi ini membantu kita memahami bagaimana manusia melihat, memperhatikan, dan memproses informasi. Karena itu, pelacakan mata banyak digunakan dalam penelitian, pendidikan, desain produk, hingga dunia medis untuk memahami pola perhatian dan respons visual seseorang.
Eye tracking tidak hanya memberi tahu apa yang dilihat, tetapi juga membantu memahami pola perhatian dan perilaku seseorang, misalnya saat membaca, memilih sesuatu di layar, atau saat belajar.
Jenis-jenis Eye-Tracking Devices
- Remote eye tracker: Perangkat ini mengukur gerakan mata dari jarak jauh menggunakan kamera. Biasanya dipasang di dekat atau di bawah layar komputer. Pengguna tidak perlu memakai alat di kepala.
- Head-mounted eye tracker: Perangkat ini dipakai di kepala, biasanya berbentuk kacamata atau headset. Alat ini memiliki kamera kecil untuk merekam arah tatapan mata saat pengguna bergerak.
- Wearable eye tracker: Ini adalah eye tracker yang bisa dipakai seperti perangkat wearable lainnya. Biasanya digunakan dalam situasi nyata di luar laboratorium, misalnya saat berjalan atau beraktivitas.
- Desktop-mounted eye tracker: Perangkat ini dipasang langsung pada monitor atau meja komputer. Cocok untuk penggunaan tetap di satu tempat, seperti penelitian berbasis layar.
- Mobile eye tracker: Jenis ini bersifat portabel dan mudah dibawa. Dapat digunakan di berbagai lingkungan, tidak hanya di depan komputer.
Ragam disabilitas yang terbantu
Cedera saraf tulang belakang (quadriplegia)
Orang yang mengalami cedera saraf tulang belakang yang menyebabkan kelumpuhan empat tungkai (quadriplegia) sering kehilangan kemampuan menggerakkan tangan dan berbicara.
Muscular dystrophy dan gangguan motorik serupa
Penyakit seperti muscular dystrophy, spinal muscular atrophy (SMA), dan Werdnig-Hoffman syndrome membuat otot tubuh melemah secara progresif.
Cerebral palsy (CP)
Banyak anak dan dewasa dengan cerebral palsy tidak memiliki kontrol tangan yang kuat, tetapi masih bisa menggunakan mata mereka dengan baik. Eye tracking membuat mereka bisa ikut sekolah, bekerja, dan berinteraksi digital tanpa harus memakai perangkat khusus pada bagian tubuh lainnya.
Cara kerja
Semua sistem eye tracking bekerja dengan dua komponen utama:
- Perangkat keras (hardware) untuk menangkap data mata, biasanya berupa kamera dan sensor.
- Perangkat lunak (software) untuk mengolah dan menerjemahkan data tersebut menjadi informasi yang bisa dianalisis.
Perangkat akan merekam gerakan dan posisi mata, lalu software mengubahnya menjadi sinyal yang terukur. Alat ini menangkap beberapa sinyal penting dari mata, seperti:
- Posisi mata (eye position): menunjukkan kemana seseorang sedang melihat.
- Pergerakan mata (eye movement): menunjukkan jalur pandangan mata saat berpindah dari satu titik ke titik lain. Perpindahan cepat antar titik ini disebut saccade, yaitu gerakan lompat mata dari satu fokus ke fokus berikutnya (misalnya saat membaca).
- Durasi fokus (fixation duration): mengukur berapa lama mata berhenti pada satu titik. Saat beberapa titik data mentah (disebut gaze point) terkumpul di area yang sama dalam waktu berdekatan, itu disebut fixation. Biasanya berlangsung sekitar 100 - 300 milidetik. Tatapan yang lebih lama bisa menunjukkan ketertarikan, proses berpikir, atau kebingungan.
- Perubahan ukuran pupil (pupil dilation) → bisa memberi petunjuk tentang respons emosional, seperti tertarik, terkejut, atau tegang.
- Frekuensi kedipan (blink rate) → pola kedipan dapat mengindikasikan tingkat perhatian, kelelahan, atau fokus yang tinggi. Orang biasanya lebih jarang berkedip saat sangat fokus, dan lebih sering berkedip saat lelah atau stres.
Data dari sinyal-sinyal ini diproses menjadi informasi tentang di mana seseorang melihat dan bagaimana perhatiannya bekerja.
Kelebihan
- Membantu individu dengan disabilitas: Orang dengan keterbatasan fisik bisa menggunakan mata untuk mengontrol komputer atau alat komunikasi.
- Kita bisa tahu apa yang benar-benar dilihat orang: Bukan cuma berdasarkan jawaban mereka, tapi berdasarkan arah tatapan mata mereka.
- Berguna di banyak bidang: Dipakai di desain aplikasi, marketing, kesehatan, AI, sampai sistem keamanan mobil.
- Membantu desainer membuat tampilan lebih efektif: Desainer bisa melihat bagian mana yang paling menarik perhatian dan mana yang diabaikan.
- Bisa meningkatkan keselamatan: Misalnya untuk mendeteksi apakah pengemudi fokus atau mengantuk.
Kekurangan
- Efek Hawthorne: Orang bisa mengubah perilaku mereka ketika sadar bahwa mereka sedang diamati. Hal ini dapat mempengaruhi hasil pengamatan.
- Data tidak selalu mudah diinterpretasikan: Misalnya, jumlah fixation yang tinggi belum tentu berarti seseorang tertarik, bisa juga berarti bingung atau kesulitan memahami sesuatu.
- Perlu proses kalibrasi: Sebelum digunakan, sistem biasanya harus dikalibrasi terlebih dahulu agar dapat membaca gerakan mata dengan akurat.
- Teknologi masih relatif mahal: Perangkat eye tracking profesional dan software analisisnya masih memiliki biaya yang cukup tinggi.
Video
Penggunaan Eye Tracking dalam Pendidikan (UNICEF)
Contoh Cara Kerja Eye Tracking:
Eye Tracking 3D di Dalam Kendaraan
Ringkasan
Eye tracking adalah teknologi yang dapat mendeteksi dan merekam arah serta pergerakan mata untuk mengetahui ke arah mana seseorang melihat. Dalam konteks teknologi bantu, perangkat ini membantu Individu dengan disabilitas, terutama yang memiliki keterbatasan gerak atau kesulitan berbicara, untuk menggunakan komputer atau perangkat digital hanya dengan tatapan mata. Dengan cara ini, pengguna dapat berkomunikasi, mengakses informasi, dan melakukan berbagai aktivitas digital secara lebih mandiri.

