Definisi & Fungsi Utama
Voice assistant adalah teknologi yang bisa mendengarkan perintah dari suara kita dan membantu menjalankannya. Untuk bisa melakukan hal ini, voice assistant menggunakan teknologi yang disebut Natural Language Processing, atau sering disingkat NLP. NLP adalah teknologi yang membantu komputer memahami bahasa manusia, termasuk kata-kata dan kalimat yang biasa digunakan dalam dialog sehari-hari. Dengan teknologi ini, voice assistant dapat mengenali apa yang kita ucapkan, memahami maksud dari perintah tersebut, lalu menentukan jawaban atau tindakan yang paling sesuai.
Fungsi utama voice assistant adalah membantu orang menggunakan teknologi hanya dengan suara. Pengguna bisa meminta informasi atau memberi perintah tanpa perlu mengetik, melihat layar, atau menyentuh perangkat. Cara ini sangat membantu orang dengan keterbatasan penglihatan, gerak atau kognitif, serta siapa saja yang membutuhkan cara menggunakan perangkat yang lebih mudah dan inklusif.
Ragam Disabilitas yang Terbantu
Teknologi voice assistants dapat membantu berbagai jenis disabilitas, terutama:
- Disabilitas penglihatan (tunanetra), voice assistant dapat membantu pembacaan teks, sehingga para tunanetra dapat mengakses informasi dan berinteraksi dengan perangkat tanpa melihat layar.
- Disabilitas mobilitas, pengguna dapat mengakses perangkat pintar hanya menggunakan suara, sehingga dapat memudahkan kontrol perangkat tanpa perlu gerakan fisik.
- Gangguan bicara, di mana teknologi komunikasi augmentatif dan alternatif (AAC) dapat membantu dalam menyampaikan pesan secara verbal.
- Gangguan belajar dan spektrum autisme, di mana penggunaan voice assistants dan aplikasi berbasis AI dapat membantu pembelajaran dan interaksi sosial.
Secara umum, voice assistants dapat meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup penyandang disabilitas dengan menyediakan interaksi berbasis suara yang lebih mudah dan praktis dibandingkan metode tradisional.
Cara kerja
Voice assistant bekerja melalui beberapa langkah agar dapat mendengarkan perintah suara dan memberikan respon yang sesuai.
Mendengarkan suara
Voice assistant selalu dalam keadaan siap dan menunggu kata pemicu (wake word) seperti “Hey Siri” atau “OK Google”. Setelah kata pemicu terdeteksi, sistem mulai memproses suara yang masuk.
Mengubah suara jadi teks
Suara yang diterima kemudian diubah menjadi teks oleh sistem pengenal suara (speech-to-text). Proses ini memungkinkan komputer membaca dan memproses ucapan manusia.
Memahami maksud perintah
Teks tersebut dianalisis untuk memahami maksud perintah, misalnya untuk mencari informasi, mengatur pengingat, atau mengontrol perangkat tertentu. Proses ini dibantu oleh teknologi pemrosesan bahasa alami/ Natural Language Processing (NLP).
Menentukan respon atau tindakan
Setelah maksud perintah dipahami, voice assistant menentukan tindakan yang paling sesuai, seperti menjalankan perintah atau menyiapkan jawaban seperti mencari informasi, mengontrol perangkat pintar, atau menjawab pertanyaan.
Membuat respon yang bisa diucapkan
Respon yang sudah disiapkan dalam bentuk teks kemudian diubah menjadi suara menggunakan teknologi text-to-speech.
Menjawab dengan suara
Voice assistant menyampaikan respon tersebut melalui suara, lalu kembali ke kondisi menunggu perintah berikutnya.
Dengan cara kerja tersebut, voice assistant berperan sebagai teknologi bantu yang membantu pengguna berinteraksi dengan perangkat digital hanya melalui suara. Berikut adalah beberapa contoh penggunaan voice assistant dalam kehidupan sehari-hari.
Voice assistant dapat ditemukan di berbagai perangkat pintar, baik yang bisa digunakan secara langsung seperti speaker pintar, misalnya Google Nest, maupun yang terhubung dengan perangkat lain seperti smartphone atau tablet. Smartphone umumnya sudah memiliki teknologi ini, sehingga kita dapat mengakses informasi seperti meminta pembacaan teks, menggunakan fitur aplikasi seperti mengirim pesan, atau memberi perintah lainnya seperti memutar lagu tanpa harus melihat layar. Apabila kita memiliki beberapa perangkat pintar yang dapat terhubung, contohnya pada rumah pintar, kita dapat meminta assistant untuk menjalankan perintah dan mengakses semua perangkat hanya dengan suara sehingga memudahkan kita untuk beraktivitas.
Kelebihan
- Meningkatkan efisiensi dan produktivitas: Bisa membantu mencari informasi, mengatur jadwal, dan mengontrol perangkat rumah pintar hanya dengan suara, menghemat waktu dan tenaga.
- Membantu memperluas akses bagi semua orang: Membantu penyandang disabilitas, seperti tunanetra dan orang dengan mobilitas terbatas, untuk mengakses informasi dan mengontrol lingkungan secara lebih mandiri.
- Fleksibel dan praktis: Dapat digunakan di berbagai perangkat dan lokasi, seperti smartphone dan speaker pintar, serta mendukung berbagai bahasa.
- Mengurangi beban kerja administratif: Dalam lingkungan kerja, membantu menjadwalkan, mengingatkan tugas, dan mengelola komunikasi secara otomatis.
Kekurangan
- Keterbatasan privasi dan keamanan: Data suara yang direkam dan disimpan dapat disalahgunakan atau menimbulkan risiko kebocoran data pribadi.
- Kesalahan pengenalan: Terkadang salah memahami perintah, contohnya pada kondisi lingkungan bising, yang dapat menyebabkan frustasi dan kesalahan.
- Ketergantungan pada koneksi internet: Banyak fungsi voice assistant membutuhkan akses online, sehingga tidak bisa digunakan sepenuhnya tanpa koneksi yang stabil.
- Keterbatasan dalam memahami instruksi kompleks: Instruksi panjang atau ambigu seringkali sulit diproses dan dapat menyebabkan hasil yang tidak sesuai harapan.
- Keterbatasan teknologi dalam memahami bahasa: Dikarenakan bias dalam proses pembuatannya, seringkali teknologi ini dapat digunakan lebih optimal dalam bahasa tertentu dan sulit memproses bahasa atau dialek yang lain.
Video
Ringkasan
Voice assistant adalah teknologi bantu yang membantu penyandang disabilitas, seperti gangguan penglihatan, keterbatasan gerak, gangguan belajar, dan gangguan bicara, untuk mengakses informasi dan menggunakan perangkat pintar hanya dengan suara, baik pada satu perangkat maupun beberapa perangkat sekaligus.


